Senin, 06 Juni 2016

Nasi Tiwul Malang, Bisnis Tiwul Instan, Bisnis Nasi Tiwul, +6285 9331 444 64


Nasi Tiwul Malang, Bisnis Tiwul Instan, Bisnis Nasi Tiwul, +6285 9331 444 64
Nasi Tiwul Malang, Bisnis Tiwul Instan, Bisnis Nasi Tiwul, +6285 9331 444 64


Bisnis Makanan Unik, Panganan Tradisional, Makanan Yang Berasal Dari Singkong, Peluang Usaha Di Malang Jawa Timur, Singkong Pengganti Nasi, Makanan Pokok Dari Singkong, Harga Tiwul Instan, Jawa Unik, Makanan Tradisional Yang Terbuat Dari Singkong, Manfaat Tiwul.

Nasi tiwul adalah makanan tradisional yang terbuat dari singkong/ketela pohon, yang umumnya masih diolah secara tradisional oleh para penduduk. Tapi sekarang ini sudah ada tiwul yang berbentuk kemasan, namanya tiwul instan,
Umbi singkong (ketela pohon/cassava) sudah sejak lama dikenal masyarakat Indonesia sebagai salah satu bahan makanan yang cukup penting sebagai sumber asupan karbohidrat.

Selama ini masyarakat di pedesaan biasanya mengkonsumsi singkong dengan cara dimasak langsung (direbus, dikukus dan digoreng) atau dikeringkan terlebih dahulu di bawah terik matahari untuk dijadikan gaplek. Sebelum dimasak, gaplek biasanya ditumbuk terlebih dahulu menjadi tepung gaplek untuk selanjutnya dimasak dengan cara dikukus menjadi makanan yang dikenal dengan sebutan tiwul.
Sebagian masyarakat di pedesaan ada juga yang memanfaatkan umbi singkong sebagai bahan dasar pembuatan tape (di wilayah Jawa Barat dikenal dengan istilah peuyeum sampeu) melalui proses fermentasi dengan menggunakan ragi tape. Produk makanan berbahan baku umbi singkong khususnya goreng singkong dan tape sebetulnya sudah cukup memasyarakat sebagai makanan ringan yang banyak dijajakan oleh para pedagang makanan gorengan.

Berbeda dengan gorengan umbi singkong yang relatif banyak dikenal anggota masyarakat, makanan tiwul sampai saat ini masih belum begitu populer di masyarakat, terutama di perkotaan mengingat proses pembuatannya yang relatif cukup memakan waktu. Namun dari sisi pembentukan cadangan pangan, cara pembuatan tiwul yang melalui tahapan pembuatan gaplek sebetulnya memiliki kelebihan dibandingkan dengan konsumsi umbi singkong secara langsung. Sebab, gaplek bisa tahan disimpan lebih lama ketimbang disimpan dalam bentuk umbi singkong biasa.

Gaplek singkong yang diolah secara tradisional menjadi tiwul selama ini belum begitu dikenal sebagai sumber bahan makanan pokok masyarakat. Selain karena proses pembuatannya yang cukup memakan waktu, tiwul tradisional juga memiliki kandungan gizi yang relatif rendah jika dibandingkan dengan jenis makanan lainnya
Namun demikian dari sisi ketahanan pangan, pemberdayaan tiwul sebagai alternatif sumber makanan tetap perlu diperhitungkan. Lebih-lebih apabila sentuhan teknologi dapat mengatasi kendala ketidakpraktisan dan lamanya waktu proses penyiapan makanan tiwul. Sentuhan teknologi kembali diharapkan dapat mengatasi persoalan rendahnya kandungan gizi dalam bahan makanan tiwul melalui proses fortifi kasi (pengayaan kandungan nutrisi dengan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh manusia).

Pemberdayaan tiwul sebagai salah satu alternatif sumber makanan bagi masyarakat diyakini dapat memperkuat ketahanan pangan nasional. Sebab, pemberdayaan tiwul sebagai sumber alternatif makanan masyarakat dapat mensukseskan program diversifi kasi pangan di dalam negeri. Dengan demikian, pemberdayaan tiwul dapat turut mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sejumlah bahan pangan utama seperti beras, terigu, jagung, kedelai dll.

Ingin menikmati tiwul tetapi tidak mengerti cara membuatnya? Gampang. Tidak perlu repot-repot ataupun sedih. Di era yang semakin maju sekarang, segala sesuatunya dapat didapatkan secara cepat dan mudah. Kini, telah hadir Tiwul Instan “Heboh” yang dapat dinikmati disegala usia dan segala suasana.

Tertarik? Pesan sekarang juga, sebelum kehabisan. Cara pembuatan tiwul instan ini tersedia pada kemasannya. Terdapat 4 varian rasa, diantaranya; tawar, pandan, manis serta gula merah. Selain Tiwul Instan, terdapat juga Gerit Jagung serta Gathot. Ingin tanya-tanya? Monggo. Langsung beli? Silakan

Hubungi:
Call/sms: 081-2526-76-722 (Tsel)
Whatsapp: +6285 9331 444 64 (XL)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar